Postingan

Fraksi Harga Kecil Vs Besar, Mana yang Lebih Cepat Cuan?

Gambar
[Bagi Anda yang ingin mendapatkan ebook pasar modal, strategi trading dan belajar saham terbaru, + free software saham dan konsultasi, Anda bisa mendapatkannya disini:  Buku Saham. ] Harga saham di pasar modal sangat bervariasi. Harga saham terendah di pasar reguler adalah Rp50 per lembar saham (bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan Bursa Efek Indonesia). Dan harga saham tertinggi tidak terbatas. Tinggi rendahnya harga saham sangat berpengaruh terhadap modal yang Anda trading-kan di pasar saham. Semakin tinggi harga saham, maka semakin besar modal yang Anda butuhkan dan sebaliknya. Nah, saat Anda ngomong tentang harga saham, maka harga saham tidak bisa lepas dengan yang namanya fraksi harga. Fraksi harga adalah batasam harga dan kelipatan harga saham yang diatur dalam perdagangan saham di pasar saham. Aturan fraksi harga sekarang (bisa berubah  sewaktu-waktu tergantung kebijakan Bursa Efek Indonesia) adalah sebagai berikut.  Per 2 Mei 2016, Bursa Efek Indonesia sudah merevisi

Menjadi Full Time Trader Part II

Beberapa bulan lalu saya pernah ngepos tulisan:  Menjadi Full Time Trader Part I . Sebenarnya, saya tidak berencana membuat tulisan Part II untuk full time trader. Namun, banyak pengalaman yang mengingatkan saya tentang profesi ini, membuat saya ingin melanjutkan tulisan karya saya tentang full time trader.  Sudah agak lama, saya pernah bercerita kepada salah seorang teman saya: "Saya ingin sekali menjadi full time trader. Dimana saya trading saham di rumah dan melakukan analisis secara independen" .  Mendengar pernyataan saya tersebut, teman saya menjawab sambil senyum2 nggak enak: "Investasi saham nggak ngapa-ngapain donk". Apa yang bisa disimpulkan dari percapakan diatas, khususnya mengenai profesi full time trader? Ada beberapa poin: - Full time trader adalah profesi yang aneh bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. - Full time trader masih banyak belum dianggap sebagai profesi. - Full time trader adalah "profesi" pengangguran. - Full time trading nggak

Menjadi Full Time Trader Part I

Profesi full time trader (Tujuan: Trading for A Living).... Kedengarannya keren juga ya? Benar. Full time trader  dalam benak kebanyakan orang, termasuk saya (barangkali Anda juga) adalah:  - Tidak perlu kerja kantoran. - Kerja cukup di rumah, cuma trading doank, waktu fleksibel. - Kaya. - Punya banyak waktu luang.  - Punya modal besar untuk trading saham. - Bisa liburan sesuka hati. - Memberikan kebebasan waktu dan tempat. Tokoh yang saya kagumi: meskipun dia investor, bukan trader adalah Lo Kheng Hong. Beliau hanya hidup dari investasi saham saja dan beliau bisa keluar negeri setahun 2 kali.  Walaupun bukan trader, tapi konteksnya disini adalah FULL TIME. Barangkali kalau beliau istilah pas-nya full time investor. Tapi, itu membuktikan bahwa berdagang saham secara full time, memang bisa memberikan Anda kebebasan, keleluasaan.  Semua itu memang benar. Itulah pekerjaan dan sukacita dari seorang full time trader.  Nah, kalau barangkali dari Anda ada yang punya cita2 jadi full time trade

Tips Memilih Perusahaan Sekuritas Terbaik

Memilih perusahaan sekuritas yang bagus memang gampang-gampang susah. Kalau Anda ingin buka akun di kantor sekuritas saham, Anda harus memilih satu diantara ratusan perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia. Bagi Anda yang ingin buka akun rekening efek Supaya Anda bisa menyeleksi kantor sekuritas mana yang bagus, perhatikan tips2 dibawah ini. 1. Track Record Hendaknya Anda harus mempertimbangkan track record perusahaan sekuritas. Track record dalam hal ini adalah bebas dari sanksi serta kejujuran dalam mengelola nasabah. Hal ini penting, jika perusahaan sekuritas banyak memiliki sanksi, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut tidak bisa mengelola usaha bahkan nasabahnya.  2. Setoran Awal Bagi Anda yang merasa memiliki dana serba terbatas tapi ingin terjun ke dunia pasar modal, Anda harus menanyakan berapa setoran awal untuk membuka akun efek. Tahun 2015, Bursa Efek Indonesia mempermudah syarat setoran awal untuk nasabah dengan penyetoran awal minimal hanya Rp100.000, namun tidak semu

Kelompok Saham Likuid "Murah", "Menengah" dan "Mahal"

Postingan ini bertujuan untuk memaparkan daftar harga saham yang likuid berdasarkan kelompok harga yang "murah", "menengah" dan "mahal".. Perlu Anda ketahui dahulu beberapa hal, supaya Anda tidak salah menangkap maksud saya. Murah disini maksudnya: harga saham yang berada pada rentang harga Rp150 - Rp1.100 Menengah disini maksudnya: harga saham yang berada pada rentang harga 1.105 - 6.000 Mahal disini maksudnya: harga saham yang berada pada rentang harga diatas 6.000 Kenapa saya buat postingan ini? Kalau Anda baca postingan saya: Modal Minimal untuk Bisnis Saham . Dan juga postingan: Bisakah Saya Untung Besar Dari Bisnis Saham?  Mungkin Anda sudah bisa menebak kenapa saya bahas postingan ini. Well , tujuan postingan ini sesungguhnya adalah untuk memberikan contoh saham2 mana yang layak Anda tradingkan dengan modal kecil. Saham2 mana yang layak Anda tradingkan kalau modal Anda sudah lumayan besar.  Karena saya yakin, setiap dari Anda pasti punya jumlah moda

CUT LOSS, Antara Perlu dan Tidak

CUT LOSS adalah bagian yang sangat sangat penting dalam aktivitas trading Anda, baik itu trading saham maupun trading forex. Sesuai namanya, definisi cut loss berarti membatasi kerugian dengan cara menjual saham tersebut rugi. Cut loss ternyata menjadi bahan perdebatan di kalangan trader. Belakangan ini, saya mendapat PM dari facebook maupun rekan2 yang email ke saya mengenai cut loss. " Kenapa kita harus lakukan cut loss dalam trading, kok sahamnya nggak di-hold saja sampai kita cuan?"  Memang benar, dan saya sudah pernah mengalami sendiri, bahwa saham2 yang harganya turun dan tidak saya jual, saya hold saja sampai harga sahamnya naik lagi. Harganya malah balik naik lagi dan pas saya jual ternyata CUAN. Coba kalau saya cut loss waktu itu, saya nggak akan dapat cuan malahan saya rugi. So, kalau dapat saya katakan sebenarnya Anda boleh hold saham2 Anda yang turun, nggak perlu cut loss. Toh, harga sahamnya cepat atau lama kebanyakan akan balik lagi ke harga semula, TERUTAMA ka

Penyebab Saham 'Nyantol': Trader Tidak Mau Cut Loss

Banyak rekan2 trader yang sahamnya 'nyantol' (beli saham di harga tinggi, terus harganya turun banyak dan nggak berani / nggak bisa jual, karena kalau dijual minus nya bisa sampai 100% lebih). Tidak jarang rekan2 di Facebook , bertanya: "Apakah saham BKSL saya jual atau dibiarkan, karena saham saya 'nyangkut'?  Mungkin dari Anda juga pernah mengalami hal seperti demikian? Yang jadi pertanyaan: "Kenapa kok bisa sahamnya nyantol?" Jawabannya simpel saja: "Trader ketika membeli tidak menetapkan batasan cut loss sama sekali, dan hanya menetapkan batasan take profitnya saja".  Jadi, kata kunci di postingan ini adalah: CUT LOSS. Definisi cut loss dan take profit silahkan baca di postingan ini: Cut Loss dan Take Profit . Cut loss adalah masalah paling besar bagi trader, karena cut loss adalah hal yang berat. Gimana nggak berat, cut loss berarti Anda harus rela rugi. Logikanya, mana ada orang yang mau rugi? Itulah kenapa trader banyak yang tidak mau cu