Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ulasan Saham

Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham

Gambar
Mempelajari  pergerakan harga saham sangat penting untuk anda pahami. Sebagai trader jangka pendek maupun investor jangka panjang, pergerakan harga saham dapat menentukan reaksi anda untuk langkah trading / investasi selanjutnya.  Pergerakan harga saham yang saya maksud di pos ini adalah: Pergerakan IHSG . Yup, kita semua tahu bahwa pergerakan IHSG ini sangat menentukan reaksi pasar, reaksi anda juga.  Kalau IHSG anjlok, banyak yang panic selling, takut, pesimis. Kalau IHSG sedang bagus, banyak yang optimis, euforia, beli saham lebih banyak.  Jadi anda harus bisa membaca pergerakan harga saham dan lebih dalam lagi: Memahaminya. Kalau anda tidak memahami pergerakan harga saham (IHSG), anda bisa terbawa reaksi market yang salah (panic selling).  Di web Saham Gain ini, saya juga sudah sering menuliskan pentingnya memhami IHSG. Termasuk strategi2 menghadapi IHSG, market bearish seperti yang pernah saya update disini: EBOOK NEW EDITION - Strategi Menghadapi Pasar Saham Strong Bearish.  Perg

Analisis Saham BBRI - Teknikal & Fundamental

Gambar
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merupakan salah satu saham favorit para trader maupun investor saham, sehingga ketika saham BBRI sedang turun, BBRI banyak diincar oleh pelaku pasar.  Pada saat BBRI sedang turun banyak, sering sekali saya mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan: Pak apakah saham BBRI sudah murah? Apakah BBRI bakalan turun lagi? Kalau turun, kira-kira sampai ke harga berapa? Untuk menjawab pertanyaan apakah saham akan turun lagi atau tidak, kita akan mencoba analisa dari segi analisis teknikal dan analisis fundamental.  ANALISIS SAHAM BBRI  Pertama-tama kita analisis saham BBRI dari chart harga sahamnya. Perhatikan chart BBRI berikut: Analisis saham BBRI Pada chart diatas, saham BBRI turun dari harga 4.600 sampai 3.140 hanya dalam kurun waktu 1 bulan kurang. Penurunan ini tentu sangat drastis dan kalau dilihat menggunakan chart 6 bulanan, maka saham BBRI tampak terlihat sudah sangat murah.  Akan tetapi, kalau kita perpanjang time frame menjadi 3 tahun (lihat ch

Pembelian Kembali (Buyback) Saham

Gambar
Pembelian kembali saham alias buyback adalah salah satu aksi korporasi yang dilakukan perusahaan go public dengan cara membeli kembali saham yang beredar di market.  Buyback saham biasanya dilakukan ketika harga saham perusahaan turun tajam, sehingga ketika perusahaan membeli kembali saham2nya yang turun, diharapkan harga saham bisa naik lagi (karena banyak permintaan).  Selain itu, ketika perusahaan melakukan buyback, hal ini diharapkan bisa kembali meningkatkan kepercayaan para trader saham untuk membeli saham tersebut, sehingga harganya bisa naik.  Kalau anda ingin lebih paham penjelasan buyback, s aya sudah pernah menuliskan secara detail mengenai penjelasan buyback saham. Anda bisa pelajari lagi tulisan saya disini: Apa itu Buyback Saham? Di pos ini, kita tidak akan bahas teori buyback lagi, tapi kita akan masuk ke praktiknya di pasar saham.  Buyback seringkali dilakukan oleh perusahaan2 go public ketika IHSG turun tajam (otomatis banyak saham yang harganya jatuh) karena sentimen

Pembelian Kembali (Buyback) Saham

Gambar
Pembelian kembali saham alias buyback adalah salah satu aksi korporasi yang dilakukan perusahaan go public dengan cara membeli kembali saham yang beredar di market.  Buyback saham biasanya dilakukan ketika harga saham perusahaan turun tajam, sehingga ketika perusahaan membeli kembali saham2nya yang turun, diharapkan harga saham bisa naik lagi (karena banyak permintaan).  Selain itu, ketika perusahaan melakukan buyback, hal ini diharapkan bisa kembali meningkatkan kepercayaan para trader saham untuk membeli saham tersebut, sehingga harganya bisa naik.  Kalau anda ingin lebih paham penjelasan buyback, s aya sudah pernah menuliskan secara detail mengenai penjelasan buyback saham. Anda bisa pelajari lagi tulisan saya disini: Apa itu Buyback Saham? Di pos ini, kita tidak akan bahas teori buyback lagi, tapi kita akan masuk ke praktiknya di pasar saham.  Buyback seringkali dilakukan oleh perusahaan2 go public ketika IHSG turun tajam (otomatis banyak saham yang harganya jatuh) karena sentimen

Pasar Saham Turun, Siapkah Anda?

Gambar
Pada saat harga saham naik, banyak trader yang mendapatkan profit. Namun jika kondisinya adalah sebaliknya: IHSG turun , bagaimana strategi trading yang tepat?  Ada banyak penyebab mengapa IHSG turun. Biasanya ada 2 penyebab utama. Pertama, IHSG turun karena koreksi normal. Kedua, IHSG turun karena sentimen negatif dan berita-berita jelek yang melanda pasar saham dunia, sehingga IHSG turut terkena imbasnya. Baca juga:  Analisis Saham: 2 Penyebab IHSG Turun .  Ketika IHSG koreksi normal, kita bisa menggunakan strategi trading yang umum, yaitu membeli saham-saham bagus di harga diskon yang mudah naik jangka pendek. Saya pernah membahas cara-cara menemukan saham murah secara teknikal disini:  Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.  Namun jika IHSG sedang dalam kondisi strong bearish, membeli saham yang turun tentu akan berisiko, karena saham2 yang kelihatannya turun, masih berpotensi untuk turun lagi.  Oleh karena itu, dalam kondisi pasar saham yang strong bearish, anda harus me

Dampak Virus Corona terhadap Pasar Saham

Gambar
Wabah virus Corona yang melanda dunia pada awal tahun 2020, membuat pasar saham benar-benar jatuh. Virus Corona pertama kali terjadi di Wuhan, China. Namun penyebaran virus Corona ini terus meluas ke luar negeri dan Indonesia juga kena dampaknya.  Sebenarnya dulu kita juga beberapa kali digemparkan dengan virus Ebola, virus Sars tahun 2002 dan virus Mers. Tapi harus saya akui, virus Corona kali ini 'berbeda', dan benar-benar membuat masyarakat dan dunia panik, sehingga pengaruhnya ke pasar saham sangatlah besar.  Yup, karena kita tahu bahwa penyebaran virus Corona ini sangat mudah dan cepat melalui kontak dengan orang lain yang terinfeksi virus tersebut. Inilah yang membuat masyarakat semakin waspada terhadap wabah tersebut.  Penurunan IHSG saat wabah Virus Corona Nah, saya sering mendapatkan pertanyaan seperti ini: "Pak Heze, kenapa virus Corona membuat IHSG jatuh? Apa dampaknya virus Corona ke IHSG? Bukankah dulu juga ada wabah virus-virus lain, tapi dampaknya ke IHSG ti

Strategi Trading Saat Saham Turun

Gambar
Untuk rekan-rekan yang ingin mempelajari lebih banyak strategi2 menghadapi market saat strong bearish, b eberapa waktu lalu, saya juga update ebook saham yang saya isi dengan strategi2 bagaimana cara menghadapi market saham yang sedang strong bearish dan strategi tradingnya. Anda bisa dapatkan disini:  Ebook Saham New Edition: Strategi Trading Saat IHSG Bearish. Kalau rekan-rekan sudah memiliki ebooknya ( Ebook Panduan Memilih Saham Bagus ), anda bisa mendapatkan free updatenya (langsung saya kirimkan via email). Rekan trader yang sudah mempraktikkan strategi2 trading & screening saham saat IHSG bearish:  Terima kasih Pak Heze untuk materi updatenya, sangat membantu terutama ketika menghadapi kondisi "strong bearish" sebagaimana saat ini dan kemungkinan besar akan bertemu lagi di lain waktu dengan faktor pemicu lain. Jadi di update ebook tersebut, anda akan mempraktikkan lebih banyak:  Cara menganalisa IHSG yang berpotensi turun tajam / strong bearish. Strategi trading &a

Analisis Teknikal Sektor Saham

Gambar
Beberapa waktu lalu ada rekan trader yang bertanya melalui email. Pertanyaanya sebagai berikut:  "Selamat sore pak Heze. Pak apakah kita bisa mengetahui analisis teknikal sektor-sektor saham? Kalau saham kita bisa melihat analisis teknikalnya. Apakah sektor, misalnya sektor finance, apakah ada analisis teknikalnya karena tidak ada kodenya?" Banyak rekan-rekan yang ingin mengamati analisa teknikal dari satu sektor saham tertentu namun belum memahami caranya. Sebenarnya melalui software online trading, anda bisa melihat analisa teknikal seluruh sektor saham.  Untuk bisa melihat analisis teknikal sektor saham,  pertama-tama anda harus memahami kode setiap sektor saham. Di pasar saham Indonesia, ada 10 sektor saham utama.   Saya sudah pernah menuliskan kode sektoral saham lengkap (10 sektor utama di Bursa Efek Indonesia) pada pos berikut ini:  10 Sektor Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Jadi kalau anda ingin melihat analisis teknikal seluruh perusahaan di sektor keuangan, and

Belajar Saham: Beli Saham Berdasarkan IHSG

Gambar
Kalau anda ingin trading saham, anda mungkin sering mendengar anjuran seperti ini: "Trading saham itu nggak perlu lihat IHSG. Yang perlu dilihat adalah analisa teknikalnya. Kalau IHSG turun, tapi analisa teknikal saham mendukung, itulah saham yang bagus untuk dibeli". Saya setuju dengan pendapat tersebut (banyak juga trader yang mengatakan hal tersebut). Logikanya, kalau anda ingin membeli saham PGAS misalnya, maka ya anda harus analisa saham PGAS (chart / analisa teknikal), bukan menganalisa IHSG. IHSG kan gabungan pergerakan semua saham di Bursa Efek, bukan hanya saham PGAS saja.  Saya pribadi juga sering menemukan saham2 yang bisa naik saat IHSG turun, demikian juga dengan rekan-rekan trader lainnya.  Tapi tentu saja anggapan "trading tidak perlu lihat IHSG" itu tidak selamanya benar. Karena berdasarkan pengalaman saya pribadi, menganalisa pergerakan IHSG itu sangat perlu, terutama kalau anda mengincar saham-saham yang pergerakannya cenderung mengikuti IHSG.  Sah

Saham ANDI: Saham ANDI Turun Terus?

Gambar
Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pertanyaan dari beberapa trader mengenai saham ANDI.  Dan di grup FB Saham Gain sempat ada rekan2 yang bertanya juga tentang saham ANDI. Yang jadi persoalan, saham ANDI ini harganya balik ke gocap. Padahal 2-3 bulan sebelumnya, ANDI sempat melakukan stock split.  Sekarang mari kita ulas bersama fundamental, market cap dan teknikal saham ANDI ini. PT Andri Agro Tbk (ANDI)  masuk dalam sub sektor perkebunan, di mana market leader di sektor perkebunan adalah saham AALI dan LSIP. ANDI merupakan perusahaan yang cukup baru di Bursa Efek.  Namun hanya berselang 1,5 tahun pasca listing di Bursa, saham ANDI terus turun ke harga Rp50 (gocap). Anda bisa perhatikan chart ANDI berikut ini:  Saham ANDI Pasca stock split (tanda lingkaran), beberapa bulan setelahnya saham ANDI turun ke level terendah. Banyak trader yang bertanya: Kenapa saham ANDI turun terus? Di Bursa Efek Indonesia, memang mayoritas saham yang baru listing sahamnya sering 'digoreng' banda